Jumat, 24 Februari 2017

KOL AIHQ "Risalatul Insan"

๐Ÿ“’๐Ÿ“•๐Ÿ“—๐Ÿ“˜๐Ÿ“™ *F-36*๐Ÿ“’๐Ÿ“•๐Ÿ“—๐Ÿ“˜๐Ÿ“™


๐Ÿ—“ *NOTULEN KAJIAN AIHQ*

๐ŸŒKAJIAN ONLINE LIVE (KOL)

Pada:
๐Ÿ“…Hari, tgl        : Jum'at, 17 Februari 2017
⏰Waktu           : 19.30 - 21.00 WIB
*Tempat*         : Fasil 36
๐Ÿ‘ฐ๐ŸปMuwajjih      : *Bunda Irna*
๐Ÿ“‹Tema             : *Risalatul Insan*
๐Ÿ“ƒJudul             : *Syarat Diterimanya Ibadah*
๐ŸŽคModerator   : *Asriana*
✍๐ŸปNotulen       : *Surthy*


๐ŸŒˆ๐ŸŒž๐ŸŒˆ๐ŸŒž๐ŸŒˆ๐ŸŒž๐ŸŒˆ๐ŸŒž๐ŸŒˆ๐ŸŒž๐ŸŒˆ๐ŸŒž๐ŸŒˆ๐ŸŒž
List Presensi KOL AIHQ F36

1. Asri
2. ๐Ÿ‘ฉ๐Ÿป‍๐ŸŒพsurthy
3. Sova๐Ÿ™‡๐Ÿป‍♀
4. Yelfy๐Ÿ™‡๐Ÿป‍♀
5. Ina ✅
6. Anti✅
7. Rahma๐Ÿ™‹✅
8. Fitri✅
9. efy๐Ÿ–๐Ÿผ
10.  Meisya nusaibah_Meily๐Ÿ–๐Ÿผ
11. Risa๐Ÿ–๐Ÿป
12. Yuni๐Ÿ™‹๐Ÿป
13. Ari
14. Ainun
15. Ikatyas
16. Selvi✅
17. siti yani☝
18. Bundanisa ✋๐Ÿป
19. Deswita
20. Lina

*๐Ÿ“ƒPEMBUKAAN*


 : ุจِุณู…ِ ุงู„ู„ّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ِู„ู„ู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠْู†َ

ูˆَุงู„ุตَّู„ุงَุฉُ ูˆَุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َู‰ ุฃَุดْุฑَูِ ุงْู„ุฃَู†ْุจِูŠَุงุกِ ูˆَุงู„ْู…ُุฑْุณَู„ِูŠْู†َ ูˆَุนَู„َู‰ ุงَู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠْู†َ

Semoga kita semua selalu mendapat pertolongan dan hidayah dr Allah SWT.
Tak ada karunia yg lbh indah dari nikmat hidayah dari Nya dimana kita masih diberi kesempatan untuk terus bljr dan memahami dien ini.

Shalawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad SAW, betapa tulusnya beliau mencintai kita.

Semoga kesejatian sebagai hamba terus kita gali, hingga Allah sampaikan umur kita pada saatnya nanti ke garis finish, aamiin.
 Marilah kt bersama-sama membaca

Bismillahirrohmanirrohim

Susunan Acara malam ini :
1. Pembukaan oleh Moderator
2. Taaruf singkat muwajjih
3. Penyampaian materi
4. Tanya jawab seputar materi
5. Closing statement muwajjih
6. Penutup


 *BIODATA*
๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

ุจِุณู…ِ ุงู„ู„ّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…

❣Nama :  Irnawati Syamsuir Koto
❣Nama panggilan :  Irna
❣Tempat: Bukittinggi
❣Tgl Lahir:  10 okt 1976
❣No HP : 087896006333
❣Pin BB : -
❣Email : irnawatikoto1@gmail. com
❣Status : menikah
❣Anak : 2
❣Domisili : Bukittinggi
❣Amanah ODOJ:
~Admin 3330,
~Bendahara DPA Bukittinggi, ~Pengurus AIHQ Regular
~Bph F-29
❣Group ODOJ: 2100

❣Bekerja (Y/N) :
❣Bergerak dibidang :  IRT
❣Usaha (Y/N) :
❣Bergerak dibidang :

❣Pendidikan / background
(Ceritakan secara garis besar) : Madrasah Tarbiyah Islamiyah Candung yayasan Syeich Sulaiman Arrasully

❣Fb : Irnawati ( ummu hadi )
❣Twitter : @irnawatisyam
❣IG : @ummu_hadi
❣Telegram : ummu hadi
❣Chanel telegram : @ummuhadi01
UKHUWAH
http://bit.ly/ummuhadi01
❣Aktifitas : IRT


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ



 Assalamu’alaikum
Apa kabar sahabat2 ku para pejuang Quran yang dirahmati Allaah ?
 Temen2 malam ini kita dipertemukan karna rahmat Allaah Azza wajalla ... Tanpa rahmat Allaah maka kita tak akan bisa berkumpul disini. Karna itu jangan pernah terlewat kan untuk bersyukur bisa berkumpul dimajlis ilmu ini, karna tak sedikit orang2 disibukkan oleh Allaah hingga di terluput dari membaca ilmu.Dan juga tidak bosan2 nya kita hadiahkan sholawat dan kepada Junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yg telah membawa kita kecahaya Islam

๐Ÿ“˜ ๐Ÿ“• *MATERI* ๐Ÿ“—๐Ÿ“˜

✍๐Ÿผ *SYARAT DITERIMANYA IBADAH*๐Ÿ“œ

๐Ÿ•ต๐Ÿป‍♀ _Saudarakufillah_...

Allah SWT berfirman :

~~๐Ÿ“–~~

_“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”_ (QS. At-Tin: 4)

๐ŸŽ‹Begitu luar biasanya seorang manusia yang diberikan bentuk dan potensi yang sebaik-baiknya. Lebih baik ketimbang makhluk Allah SWT lainnya. Sudah sepatutnyalah bagi kita insan bernama manusia mensyukuri atas apa yang dikaruniakan Allah SWT kepada kita. Jangan sekali-kali kita dustai dan kufuri. Karena azab Allah SWT pedih bagi orang-orang yang tak mau bersyukur.

❓Bagaimana wujud rasa syukur..?

๐ŸŽ‹Tentu beribadah  kepada Allah SWT dengan benar.

๐ŸŽ‹Penguatan ibadah harus dengan Tarbiyah dzatiyah

๐ŸŽ‹Shohih dalam ibadah yakni melakukan sesuatu dengan sedikit tapi berkesinambungan.

๐ŸŽ‹Yang berkaitan dengan ibadah tentu hasilnya adalah Akhlak.

๐ŸŽ‹Akhlakmu bagaimana ibadahmu.

๐ŸŽ‹Pribadi yang selesai dengan urusan pribadinya dan bisa menshalihkan orang lain..
Hiduplah untuk Islam

❓Bagaimana hidup untuk Islam..?

๐Ÿ”น1. Karakteristik orang islam adalah ber Ilmu.

๐ŸŽ‹ _Cacat seseorang itu ada 2 yakni: seseorang yang banyak berilmu tapi melakukan kemaksiatan kepada Allah SWT, dan Seseorang yang bodoh banyak ibadahnya..._

๐Ÿ”น2. Berputarlah saudara kemana islam itu berputar.
_Care dengan dunia Islam_

๐Ÿ”น3. Seorang mukmin itu Bangga dengan Islam

๐Ÿ”น4. Konsisten untuk Berjuang dalam Dakwah

๐ŸŽ‹Kesemua itu bisa terwujud indah dengan ibadah yang baik..
Ibadah yang baik tentu sudah memenuhi syarat-syarat diterima oleh Allah SWT

❓Bagaimana syarat diterimanya ibadah...?

๐Ÿ“—1⃣

๐Ÿ•ต๐Ÿป _Sahabat Surga AIHQ Aca_

?๐Ÿ‘ณ๐ŸปSyaikh Muhammad Jamil Zainu rahimahullahu ta’ala menjawab:

*Syarat-syarat diterimanya ibadah di sisi Allah SWT ada tiga.*

๐Ÿ”น *Pertama*, beriman dan bertauhid kepada Allah SWT. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

~~๐Ÿ“–~~

ุฅِู†َّ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَุนَู…ِู„ُูˆุง ุงู„ุตَّุงู„ِุญَุงุชِ ูƒَุงู†َุชْ ู„َู‡ُู…ْ ุฌَู†َّุงุชُ ุงู„ْูِุฑْุฏَูˆْุณِ ู†ُุฒُู„ุงً

_“Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan shalih, untuk merekalah surga-surga Firdaus.”_ (QS. Al Kahfi: 107)

๐ŸŽ‹Rasulullah SAW bersabda,

~~๐Ÿ“–~~

ู‚ُู„ْ ุฃَู…َู†ْุชُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ุซُู…َّ ุงุณْุชَู‚ِู…ْ

_“Katakan, ‘Aku beriman kepada Allah’, kemudian istiqamah-lah.”_ (HR. Muslim)

๐Ÿ”น *Kedua*, Ikhlas. Yaitu, beramal untuk Allah SWT tanpa riya’ dan sum’ah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

~~๐Ÿ“–~~

ูَุงุนْุจُุฏِ ุงู„ู„َّู‡َ ู…ُุฎْู„ِุตุงً ู„َّู‡ُ ุงู„ุฏِّูŠู†َ

_“Maka, ibadahilah Allah dengan ikhlas untukNya dalam [menjalankan] agama.”_ (QS. Az Zumar: 2)

๐Ÿ”น *Ketiga*, sesuai dengan apa yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

~~๐Ÿ“–~~

ูˆَู…َุง ุขุชَุงูƒُู…ُ ุงู„ุฑَّุณُูˆู„ُ ูَุฎُุฐُูˆู‡ُ ูˆَู…َุง ู†َู‡َุงูƒُู…ْ ุนَู†ْู‡ُ ูَุงู†ุชَู‡ُูˆุง

“Dan apa-apa yang datang kepada kalian dari Rasulullah, maka ambillah. Dan apa-apa yang beliau larang darinya untuk kalian, maka jauhilah.” (QS. Al Hasyr: 7)

๐ŸŽ‹Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

~~๐Ÿ“–~~

ู…َู†ْ ุนَู…ِู„َ ุนَู…َู„ุงً ู„َูŠْุณَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฃَู…ْุฑُู†َุง ูَู‡ُูˆَ ุฑَุงุฏٌّ

“Siapa saja yang mengerjakan amalan yang tidak kami contohkan, maka amalannya tertolak.” (HR. Muslim)

๐ŸŽ‹Ikhlas karena Allah SWT.
Mengikuti tuntunan Nabi SAW (ittiba’).

๐ŸŽ‹Jika salah satu syarat saja yang terpenuhi, maka amalan ibadah menjadi tertolak.
Berikut bukti-buktinya dari Al Qur’an, As Sunnah.

 *Dalil Al Qur’an*
Dalil dari dua syarat di atas disebutkan sekaligus dalam firman Allah Ta’ala,

~~๐Ÿ“–~~

ูَู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ูŠَุฑْุฌُูˆ ู„ِู‚َุงุกَ ุฑَุจِّู‡ِ ูَู„ْูŠَุนْู…َู„ْ ุนَู…َู„ًุง ุตَุงู„ِุญًุง ูˆَู„َุง ูŠُุดْุฑِูƒْ ุจِุนِุจَุงุฏَุฉِ ุฑَุจِّู‡ِ ุฃَุญَุฏًุง
_“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya“_ (QS. Aln Kahfi: 110)

๐Ÿ‘ณ๐ŸปIbnu Katsir rahimahullah menjelaskan,

“Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh”, maksudnya adalah mengikuti syariat Allah SWT (mengikuti petunjuk Nabi SAW).

Dan “janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”, maksudnya selalu mengharap ridha Allah SWT semata dan tidak berbuat syirik pada-Nya.


๐Ÿ“’2⃣

๐Ÿ•ต๐Ÿป _Saudarafillah_...

๐Ÿ‘ณ๐ŸปAl Fudhail bin ‘Iyadh tatkala menjelaskan mengenai firman Allah SWT,

~~๐Ÿ“–~~

ู„ِูŠَุจْู„ُูˆَูƒُู…ْ ุฃَูŠُّูƒُู…ْ ุฃَุญْุณَู†ُ ุนَู…َู„ًุง

_“Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.”_ (QS. Al Mulk: 2).

๐ŸŽ‹Beliau mengatakan, “yaitu amalan yang paling ikhlas dan showab (mencocoki ajaran Nabi SAW).”
Lalu Al Fudhail berkata,  “Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak mengikuti ajaran Nabi SAW, amalan tersebut tidak akan diterima. Begitu pula, apabila suatu amalan dilakukan mengikuti ajaran beliau SAW namun tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima. Amalan barulah diterima jika terdapat syarat ikhlas dan showab.

๐ŸŽ‹Amalan dikatakan ikhlas apabila dikerjakan semata-mata karena Allah SWT. Amalan dikatakan showab apabila mengikuti ajaran Nabi SAW .”(Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rojab Al Hambali, Darul Muayyid, cetakan pertama, 1424 H.)

*Dalil dari Al Hadits*
Syarat diterimanya amalan ditunjukkan dalam dua hadits.

~~๐Ÿ“–~~

Hadits pertama dari ‘Umar bin Al Khattab, Rasulullah SAW bersabda,
ِ
_“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena  Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah pada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrah karena dunia yang ia cari-cari atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya berarti pada apa yang ia tuju (yaitu dunia dan wanita, )”_.(HR. Bukhari no. 6689 dan Muslim no. 1907.)

๐ŸŽ‹Hadits kedua dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah Ra ; Rasulullah SAW bersabda,

~~๐Ÿ“–~~

ู…َู†ْ ุฃَุญْุฏَุซَ ูِู‰ ุฃَู…ْุฑِู†َุง ู‡َุฐَุง ู…َุง ู„َูŠْุณَ ู…ِู†ْู‡ُ ูَู‡ُูˆَ ุฑَุฏٌّ

_“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.”_(HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718.)

๐ŸŽ‹Dalam Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hadits ini adalah hadits yang sangat agung mengenai pokok Islam. Hadits ini merupakan timbangan amalan zhohir (lahir). Sebagaimana hadits ‘innamal a’malu bin niyat’ [sesungguhnya amal tergantung dari niatnya] merupakan timbangan amalan batin. Apabila suatu amalan diniatkan bukan untuk mengharap ridha Allah SWT, pelakunya tidak akan mendapatkan ganjaran. Begitu pula setiap amalan yang bukan ajaran Allah SWT dan Rasul-Nya, maka amalan tersebut tertolak.

Segala sesuatu yang diada-adakan dalam agama yang tidak ada izin dari Allah SWT dan Rasul-Nya, maka perkara tersebut bukanlah agama sama sekali.”(Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 77.)

๐Ÿ‘ณ๐ŸปDi kitab yang sama, Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Suatu amalan tidak akan sempurna (tidak akan diterima,) kecuali terpenuhi dua hal:
๐Ÿ’ซAmalan tersebut secara lahiriyah (zhohir) mengikuti ajaran Nabi SAW
๐Ÿ’ซAmalan tersebut secara batininiyah diniatkan ikhlas mengharapkan Ridha Allah SWT.


๐Ÿ“’3⃣
๐Ÿ•ต๐Ÿป _Sahabat AIHQ Fillah.._

๐ŸŽ‹Dari dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa ibadah baik itu shalat, puasa, dan dzikir semuanya haruslah memenuhi syarat diterimanya ibadah yaitu ikhlas dan mengikuti petunjuk Nabi SAW.

Sehingga tidaklah tepat perkataan sebagian orang ketika dikritik mengenai ibadah atau amalan yang ia lakukan, lantas ia mengatakan, _“Menurut saya, segala sesuatu itu kembali pada niatnya masing-masing”_ Ingatlah, tidak cukup seseorang melakukan ibadah dengan dasar karena niat baik, tetapi dia juga harus melakukan ibadah dengan mengikuti ajaran Nabi SAW Sehingga kaidah yang benar “Niat baik semata belum cukup.”

๐ŸŽ‹ *Sebab-sebab Munculnya Amalan Tanpa Tuntunan*

๐Ÿ”นPertama: Tidak memahami dalil dengan benar.
๐Ÿ”นKedua: Tidak mengetahui tujuan syari’at.
๐Ÿ”นKetiga: Menganggap suatu amalan baik dengan akal semata.
๐Ÿ”นKeempat: Mengikuti hawa nafsu semata ketika beramal.
๐Ÿ”นKelima: Berbicara tentang agama tanpa ilmu dan dalil.
๐Ÿ”นKeenam: Tidak mengetahui manakah hadits shahih dan dho’if (lemah), mana yang bisa diterima dan tidak.
๐Ÿ”นKetujuh: Mengikuti ayat-ayat dan hadits yang masih samar.
๐Ÿ”นKedelapan: Memutuskan hukum dari suatu amalan dengan cara yang keliru, tanpa petunjuk dari syari'at
๐Ÿ”นKesembilan : Bersikap ghuluw (ekstrim) terhadap orang tertentu. Jadi apapun yang dikatakan panutannya (selain Nabi SAW), ia pun ikuti walaupun itu keliru dan menyelisih dalil.(Disarikan dari Al Bida’ Ald Hauliyah, ‘Abdullah bin ‘Abdildfd ‘Aziz bin Ahmad At Tuwaijiri, hal. 37-68, Darul Fadhilah)

๐ŸŽ‹Inilah di antara sebab munculnya berbagai macam amalan tanpa tuntunan (baca: bid’ah) di sekitar kita.

Semoga kita semua hamba yang sempurna Tauhidnya, ikhlas beriabadah karena Allah SWT dan mengikuti cara² beribadah Rasulullah SAW. Hingga ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
Aamiin ya Rabbal'alaamiin.

Wallahu a'lam bishawab

*SESI TANYA JAWAB*
๐ŸŽค๐ŸŽค๐ŸŽค๐ŸŽค๐ŸŽค๐ŸŽค๐ŸŽค๐ŸŽค๐ŸŽค

1⃣. Afwan mau nanya bunda Irna..

Dini g1021f36

Bilakah niat itu lurus karena Allah? Misal seseorang berbuat karena niatan lain...lalu di tengah jalan dia tersadar dan meluruskan niatannya krn Allah apakah sudah termasuk di terimanya amalan?

*jawab:*

Insyaa Allaah jika dia memperbaiki niatnya akan diterima oleh Allaah Azza Wajalla,  dan utk kita semua disini, sering2 lah memperbaharui niat agar tetap lurus karna Allaah, setan itu akan terus menggoda kita dgn segala macam cara, dan teruslah ber istighfar kepada Allaa


*Pertanyaan ke-*
2⃣afwan ustadzah saya surthy mau bertanya
Points di atas
Ibadah harus dengan tarbiyah dzatiyah..
Apa arti nya ustadzah

*jawab*


Tarbiyah dzatiyah yang dimaksudkan disini adalah bagaimana upaya Kita mendidik diri Kita(Hawa nafsu) agar tidak lebih condong kepada dunia.
Upaya Mentarbiyah diri ini Salah satunya dengan tidak menunda dalam beribadah Dan melakukan kebaikan.
 Wallahua'lam


*Pertanyaan ke-*
3⃣Sya Ari ijin bertanya ustadzah..apakah seseorg yg mengaku muslim ckup dgn melaksanakan sholat dn kewajiban2 lainnya sj sdh bs dikatakan ia bertauhid..jika blm ap syarat seseorg agar dpt dikatakan seorg muslim yg sdh bertauhid..mhn penjelasannya..

*Jawab*:

Seseorang yang sudah bersyahadat dan membersihkan diri dari syirik,, maka itu sudah dikatakan muslim yang bertauhid. Karna tauhid adalah mengEsakan Allaah.
Wallahu a'lam

*Pertanyaan ke-*
4⃣
 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Afwan ustadzah sy selvi mau bertanya...bgm cara kita mengetahui itu hadits dho'if dan sebaliknya
Jazakillah khoir...

*Jawaban :*

Saya Kutip penjelasan Ustadz Ahmad Sarwat, Lc :

Yang bisa menetapkan status sebuah hadits bukanlah kita yang awam ini, melainkan para ulama hadits. Mereka saja yang punya kapasitas, legalitas, otoritas dan tools untuk melakukannya. Dan buat kita, cukuplah kita membaca karya-karya agung mereka lewat kitab-kitab hasil naqd mereka.

Menetapkan status suatu hadits dikenal dengan istilah al-hukmu ‘alal hadits. Upaya ini adalah bagian dari kerja besar para ulama hadits . Mereka punya sekian banyak kriteria dalam menentukan derajat suatu hadits.

Secara umum, studi ini dilakukan pada dua sisi. Yaitu sisi para perawinya dan juga sisi matan haditsnya, atau isi materinya. Jadi yang dinilai bukan hanya salah satunya saja, melainkan keduanya.

Keshahihan suatu hadits akan dinilai pertama kali dari masalah siapa yang meriwayatkannya. Dan yang dinilai bukan hanya perawi pada urutan paling akhir saja. Akan tetapi mulai dari level pertama yaitu para shahabat, kemudian level kedua yaitu para tabi’in, kemudian level ketiga yaitu para tabi’it-tabi’in dan seterusnya hingga kepada perawi paling akhir atau paling bawah.

Nama para perawi paling akhir itu adalahyang sering kita dengar sebagai hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Ibnu Majah, At-Tirmiziy, Abu Daud dan lainnya. Akan tetapi, yang dijadikan ukuran bukan semata-mata para perawi di level paling bawah atau paling akhir saja. Melainkan keadaan para perawi dari level paling atas hingga paling bawah dijadikan objek penelitian. Khususnya pada level di bawah para shahabat. Sebab para ulama sepakat bahwa para shahabat itu seluruhnya orang yang ‘adil dan tsiqah. Sehingga yang dinilai hanya dari level tabi’in ke bawah saja.

Satu persatu biografi para perawi hadits itu diteliti dengan cermat. Penelitian dipusatkan pada dua kriteria. Yaitu kriteria al-’adalah dan kriteria
adh-dhabth.

a. Kriteria
al-’adalah

Kriteria pertama adalah masalah ‘adalah. Maksudnya sisi nilai ketaqwaan, keIslaman, akhlaq, ke-wara’-an, kezuhudan dan kualitas pengamalan ajaran Islam. Kriteria ini penting sekali, sebab ternyata kebanyakan hadits palsu itu lahir dari mereka yang kualitas pengamalan keIslamannya kurang.

Misalnya mereka yang sengaja mengarang atau memalsu hadits demi menjilat penguasa. Atau demi kepentingan politik dan kedudukan. Atau untuk sekedar mengejar kemasyhuran. Orang-orang yang bermasalah dari segi al-’adalah ini akan dicatat dan dicacat oleh sejarah. Mereka akan dimasukkan ke dalam daftar black-list bila ketahuan pernah melakukan hal-hal yang tidak sejalan dengan aqidah, akhlaq dan etika Islam.

Bahkan para ulama sampai melahirkan disiplin imu khusus yang disebut ilmu al-jarhu wa at-ta’dil. Ilmu ini mengkhususkan diri pada database catatan hitam seseorang yang memiliki cacat atau kelemahan. Orang-orang yang dianggap cacat mendapatkan julukan khas dalam ilmu ini. Misalnya si fulan adalah akzabun nass , fulan kazzab , si fulan matruk dan sebagainya.

b. Krieria adh-dhabth

Kriteria adh-dhabth adalah penilaian dari sisi kemampuan seorang perawi dalam menjaga originalitas hadits yang diriwayatkanya. Misalnya, adakah dia mampu menghafal dengan baik hadits yang dimilikinya. Atau punyakah catatan yang rapi dan teratur. Sebab boleh jadi seorang perawi memiliki hafalan yang banyak, akan tetapi tidak dhabith atau tidak teratur, bahkan boleh jadi acak-acakan bercampur baur antara rangkaian perawi suatu hadits dengan rangkaian perawi hadits lainnya.

Biasanya dari sisi adh-dhabth ini para perawi memang orang yang shaleh. Tetapi kalau hafalan atau database periwayatan haditsnya acak-acakan, maka dia dikatakan tidak dhaabith. Cacat ini membuatnya menempati posisi lemah dalam daftar para perawi hadits. Hadits yang diriwayatkan lewat dirinya bisa saja dinilai dha’if atau lemah.

Kebutuhan pada Ensiklopedi Hadits Lengkap

Untuk mendapatkan kumpulan hadits yang shahih, kita bisa membuka kitab yang disusun oleh para ulama. Di antara yang terkenal adalah kitab Ash-Shahih yang disusun oleh Al-Imam Al-Buhkari dan kitab Ash-Shahih yang disusun oleh Imam Muslim. Akan tetapi bukan berarti semua haditsmenjadi tidak shahih bila tidak terdapat di dalam kedua kitab ini.

Sesungguhnya, kedua kitab ini hanya menghimpun sebagian kecil dari hadits-hadits yang shahih. Di luar kedua kitab ini, masih banyak lagi hadits yang shahih.

Keberadaan kedua kitab itu meski sudah banyak bermanfaat, namun masih diperlukan kerja keras para ulama untuk mengumpulkan semua hadits yang ada di muka bumi, lalu satu per satu diteliti para perawinya. Dan seluruhnya disusun di dalam suatu database. Sehingga setiap kali kita menemukan suatu hadits, kita bisa lakukan searching, lalu tampil matan-nya beserta para perawinya dengan lengkap mulai dari level shahabat hingga level terakhir, sekaligus juga catatan rekord tiap perawi itu secara legkap sebagaimana yang sudah ditulis oleh para ulama.

Yang sudah ada sekarang ini baru program sebatas hadits-hadits yang ada di dalam 9 kitab saja, yang dikenal dengan kutubus-sittah. Program ini sudah lumayan membantu, karena bisa dikemas dalam satu keping CD saja. Bahkan Kementerian Agama, Wakaf, Dakwah dan Irsyad Saudi Arabia membuka situs yang memuat database kesembian kitab hadits ini, sehingga bisa diakses oleh siapa saja dan dari mana saja di seluruh dunia secara gratis.
http://hadith.al-Islam.com

Sayangnya, hadits-hadits yang ada di program ini masih terbatas pada 9 kitab hadits saja, meski sudah dilengkapi dengan kitab-kitab penjelasnya . Padahal ada begitu banyak hadits yang belum tercantum di dalam kutubus-sittah. Lagi pula program itu pun belum dilengkapi dengan al-hukmu ‘alal hadits. Baru sekedar membuat database hadits yang terdapat di 9 kitab itu. Dan meski setiap hadits itu sudah dilengkapi nama-nama perawinya, namun belum ada hasil penelitian atas status para perawi itu. Jadi hadits-hadits itu masih boleh dibilang mentah.

Proyek ini cukup besar untuk bisa dikerjakan oleh perorangan. Harus ada kumpulan team yang terdiri dari ribuan ulama hadits dengan spesifikasi ekspert. Mereka harus bekerja full-time untuk jumlah jam kerja yang juga besar. Tentu saja masalah yang paling besar adalah anggaran.

Sampai hari ini, sudah ada beberapa lembaga yang merintisnya. Para ulama di Al-Azhar Mesir, para ulama di Kuwait, para ulama di Saudi dan di beberapa tempat lain, masing-masing sudah mulai mengerjakan. Sayangnya hasilnya belum juga nampak. Barangkali karena mereka bekerja sendiri-sendiri dan tidak melakukan sinergi. Padahal kalau semua potensi itu disatukan dalam sebuah managemen profesioal, insya Allah kita bisa menyumbangkan sesuatu yang berharga di abad 15 hijriyah ini.

Hitung-hitung sebagai kado untuk kebangkitan Islam yang sudah sejak lama didengung-dengungkan itu. Sebuah warisan pekerjaan dari generasi lampau untuk kita demi mencapai
masterpiece.

Wallahu a’lam bishshawab wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
*Pertanyaan ke-*
5⃣
bunda..apa saja pilar-pilar ubudiyah yg benar dan bagaimana cara mengistiqomahkan diri agar pilar-pilar tsb. selalu tertanam dlm hati kita

*jawab:*

Pilar Ubudiyah itu ada 3

- Cinta (Mahabbah)
- Harap (Raja’)
- Takut (Khauf)

untuk mengistiqomahan diri agar tetap berada dipilar ini ada, tadabbur ayat2 Allaah, terutama Quran karna didalamnya ada Janji2 Allah yang pasti agar kit mencintai Allaah , ada Peringatan agar kita takut , dan Ada harapaan agar untuk manusia yang telah mencintai Allaah, Islam dan RasulNya. mencari Ilmu , berteman dengan orang2 sholeh, dan yakin kepada Janji Allaah...

Insyaa Allaah dengan itu kita akan istiqomah

*Pertanyaan ke-*
 6⃣
Anti
Ijin bertanya ustdh

Bolehkah mengamalkan hadits dhoif, kalo boleh, hadits dhoif yg bagaimanakah yg boleh diamalkan?

*jawab*

Ulama-ulama hadits telah sepakat bahwa kita tidak boleh mengamalkan hadits dhaif dalam bidang hukum/menentukan hukum sesuatu. Tetapi mereka berbeda pendapat tentang mempergunakannya dalam bidang:

Fadha ‘ilul A’mal (Keutamaan-Keutamaan Amal)
Yaitu hadits-hadits yang menerangkan tentang keutamaan-keutamaan amal yang sifatnya sunnah ringan, yang sama sekali tidak terkait dengan masalah hukum yang qath’i, juga tidak terkait dengan masalah aqidah dan juga tidak terkait dengan dosa besar.
At-Targhiib (Memotivasi)
Yaitu hadits-hadits yang berisi pemberian semangat untuk mengerjakan suatu amal dengan janji Pahala dan Surga.
At-Tarhiib (Menakuti)
Yaitu hadits-hadits yang berisi ancaman Neraka dan hal-hal yang mengerikan bagi orang yang mengerjakan suatu perbuatan.
Kisah-kisah Tentang Para Nabi Dan Orang-Orang Sholeh
Do’a Dan Dzikir
Yaitu hadits-hadits yang berisi lafazh-lafazh do’a dan dzikir.

Wallahu a'lam.
 ✍๐ŸปSahabat2 ku para mujahidah Quran F36

Amalan adalah sesuatu hal yang kita harapkan mampu membawa kita ke surga , karna itu sudah semestinya kita menjaga setiap amalan dari hal2 yang tidak disukai Allaah yang akhirnya akan menghapus amalan tersebut.  Jaga dari segala macam yang akan merusaknya. Hal2 yang populer dan mashur ditengah tengah masyarakat belum tentu shahih, karna itu mari lah kita slalu berusaha memurnikan amalan ktia sesuai tuntuna Quran dan Sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.


Demikian saja dari saya. Semoga bermanfaat, ambil yang benarnya karna itu datangnya dari Allaah, dan tinggalkan yang salah dan keliru karna itu datangnya dari saya.
Mohon maaf jika ada salah2 kata.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi  wabarakatuh

๐Ÿ’❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤๐Ÿ’


jazaakunnallahu khairan katsir untuk adminers f36 dan tamu undangan di kol mlm ini

selaku moderator, sy mhn maaf jika ada yg kurang berkenan selama kol berlangsung
 Mari kita tutup kajian ini dengan membaca

Astaghfirullahal 'adziim...

Alhamdulillahirabbil'alamiin...

Dan Doa Kafaratul Majelis...

ุณุจุญุงู†ูƒ ุงู„ู„ู‡ู… ูˆุจุญู…ุฏูƒ ุฃุดู‡ุฏ ุงู†
 ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุฃู†ุช
 ุฃุณุชุบูุฑูƒ ูˆุขุชูˆุจ ุฅู„ูŠูƒ

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu anlaaillaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik...

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga kebersamaan malam ini bermanfaat dan barokah.

ุฃٰู…ِูŠْู†َ ูŠَุง ุฑَุจَّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠْู†


ูˆ‌َุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ


๐Ÿ’ซ๐Ÿ’❤ *AIHQ F-36*❤๐Ÿ’๐Ÿ’ซ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar