Asriana
* dalam rinai hujan yang membelai hati di pagi yang syahdu
*Muhasabah*
Banyak yang mencari kesenangan namun menjauhkan mereka dari kebahagiaan,
jiwa mereka kering dan kosong.
Ada pula yang mengais kesenangan namun menjauhkannya dari dirinya sendiri.
Terperangkap dalam keterasingan diri dan sepi di dalam keramaian.
Apakah ayunan langkah kita menuju jiwa yang tenang?
Tenang dalam kekuatan iman
Damai dalam kejernihan cinta kepadaNya
Ataukah jiwa kita sedang berlawanan arah?
Jiwa selalu keruh dan tiada kesejukan
Tak mampu menemukan ketenangan sejati,
sedangkan kematian selalu membayangi,
kepastian yang akan menyapa hidup kita.
_"Katakanlah, Sesungguhnya kematian yg kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang ghaib dan nyata, lalu dia beritakan kepadaku apa yang telah kamu kerjakan" (QS. 62: 8)_
Tiada terhitung kelalaian hati ini dari mengingatNya
Berkali-kali raga ini mengabaikan laranganNya
Bukan tak mungkin,
Saat kematian tiba dan diri masih berlumur dosa ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
_“Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, sucikanlah jiwaku, karena Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang membersihkannya. Engkau adalah wali dan maulanya.” (HR. Muslim)_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar